Senin, 22 Juni 2020

SOLUSI TEKNIS ADANYA PROGRES KETERLAMBATAN PEKERJAAN PROYEK


SOLUSI TEKNIS ADANYA PROGRES KETERLAMBATAN PEKERJAAN PROYEK



OLEH :

MELDI GIJAYANTO

KASUS I :
Bagaimana solusi teknis jika adanya progress keterlambatan pekerjaan di lapangan terhadap progress rencana yang telah dibuat…

Pengertian Keterlambatan Proyek
Keterlambatan proyek konstruksi berarti bertambahnya waktu pelaksanaan penyelesaian yang telah direncanakan dan tercantum dalam dokumen kontrak. Penyelesaian pekerjaan tidak tepat waktu adalah merupakan kekurangan dari tingkat produktifitas dan sudah tentu kesemuanya ini akan mengakibatkan pemborosan dalam pembiayaan, baik berupa pembiayaan langsung yang dibelanjakan untuk proyekproyek pemerintah, maupun berwujud pembengkakan investasi dan kerugian-kerugian pada proyek-proyek swasta.E
Dampak Keterlambatan
Keterlambatan proyek akan menimbulkan kerugian pada pihak kontraktor, konsultan, dan owner, yaitu :
1.      Pihak kontraktor
2.      Pihak Konsultasn
3.      Pihak owner

Penyebab Keterlambatan
Keterlambatan proyek disebabkan oleh beberapa faktor yang berasal dari Kontraktor, Owner, dan selain kedua belah pihak.
1.       Keterlambatan akibat kesalahan Kontraktor, antara lain :
a.       Terlambatnya memulai pelaksanaan proyek.
b.      Pekerja dan Pelaksana kurang berpengalaman.
c.       Terlambat mendatangkan peralatan.
d.      Mandor yang kurang aktif
e.      Rencana kerja yang kurang baik.
2.       Keterlambatan akibat kesalahan Owner
a.       Terlambatnya angsuran pembayaran oleh Kontraktor
b.      Terlambatnya penyedian lahan.
c.       Mengadakan perubahan pekerjaan yang besar.
d.      Pemilik menugaskan Kontraktor lain untuk mengerjakan proyek tersebut.
3.       Keterlambatan yang diakibatkan selain kedua belah pihak diatas, antara lain ;
a.       Akibat kebakaran yang bukan kesalahanKontraktor,Konsultan, Owner
b.      Akibat perang, gempa, banjir, ataupun bencana lainnya.
c.       Perubahan moneterError! Bookmark not defined.


Cara Mengatasi pelaksanaan proyek terlambat
            Keterlambatan pelaksaan proyek merupakan suatu masalah yang tentunya tidak diharapkan owner sebagai pemilik bangunan dan kontraktor sebagai pelaksanan pembangunan, masyrakat disekitar proyek juga mengalami kerugian misalnya adanya gangguan dari aktifitas pembangunan yang seharusnya sudah selesai pada tanggal sesuai rencana sebelumnya. Beberapa cara mengatasi pelaksanaan proyek terlambat bias diterapkan untuk mempercepat selesainya pekerjaan
Kerugian owner atau pemilik proyek akibat proyek terlambat
·         Peresmian dan pembukaan bangunan mnjadi mundur
·         Perpanjangan izin pembangunan yang tentunya membutuhkan dana tambahan
·         Adanya waktu tambahan untuk memantau proyek
Cara mengatasi : meminta pertanggung jawaban kontraktor atau pemborong agar tetap menyelesaikan proyek tepat sesuai jadwal karena jika terjadi kemunduran maka akan dikenakan denda keterlambatan proyek sekian persen dari nilai kontrak konstruksi.

Kerugian Kontraktor Akibat Keterlambatan Pelaksanaan
·         Keuntungan berkurang atau justru mengalami kerugian karena bertambahnya waktu pelaksanaan berate ada penambahan upah tenaga, masa sewa alat, dan kegiatan lainnya yang membutuhkan biaya tambahan.
·         Nama baik perusahaan kontraktor meredup sehingga menjadi sulit mendapat kepercayaan [engerjaan proyek berikutnya.
Cara mengatasi : Melakukan inovasi teknologi sehingga dapat memilih metode kerja terbaik dan tercepat, menambah jumlah tenaga kerja, menambah jumlah alat, penambahan bonus kepada pekerja agar kinerja meningkat. Mengajukan tambahan waktu kepada owner karena hambatan yang memaksa kemunduran waktu pelaksanan seperti cuaca buruk.

Kerugian Konsultas Perencana dan Pengawas Akibat Mundurnya Proyek
·         Penambahan waktu penugasan arsitek atau insinyur sipil sebagai pengawas.
·         Perhitungan RAB dan gambar yang sudah dibuat bias jadi sudah tidak cocok digunakan apabila sudah terlambat dalam waktu lama
Cara mengatasi : Membuat kontrak kerja perencanan atau pengawasan dengan perjanjian adanya.

Kerugian masyarakat akibat proyek tidak selesai tepat waktu
·         Adanya gangguan saat kegiatan proyek berlangsung.
·         Tidak dapat menikmati keindahan atau fasilitas bangunan baru yang seharusnya sudah selesai pada tanggal yang direncanakan.
Cara mengatasi : Ikut membantu agar proyek segera selesai, melakukan potes atau demosntrasi agar proyek segera diseleksaikan, mengajukan proposal agar diberikan dana untuk melakukan perbaikan akibat gangguan proyek.



KASUS II :
Buatkan ilustrasi kurva rencana percepatan terkait adanya keterlambatan pekerjaan dilapangan. Dengan asumsi deviasi yang terjadi pada pertengahan periode pelaksanaan.
·        
      Kurva S Sebelum dilakukan percepatan

Dalam ilustrasi kurva s pembangunan rumah sudah bisa dikatakan sempurna dalam segi perencanaan maupun segi persiapan dan hal tersebut dapat dilihat pula proses maupun progress pengerjaannya dalam kurva S diatas. Namun dalam pengerjaannya sering kali tidak sesuai dengan yang telah direncanakan atau terjadi deviasi. Maka dilakukan percepatan pembangunan dan kurva S dilakukan perubahan agar sesuai dengan pengerjaan pembangunan yang akan dipercepat.

·         
     Kurva S Setelah dilakukan percepatan

      
Gambar diatas merupakan ilustrasi kurva S yang telah dilakukan percepatan dalam segi pembangunannnya yang dimana difungsikan agar proses pengerjaan pembangunan lebih efektif kembali serta agar proses pembanguna rumah tersebut selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan.




Daftar Pustaka :

Minggu, 14 Juni 2020

KOMPOSISI PEMBENTUK RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)



KOMPOSISI PEMBENTUK RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

Pengertian RAB
RAB adalah perhitungan rincian biaya yang diperlukan untuk setiap pekerjaan dalam proyek konstruksi, sehingga diperoleh estimasi biaya total yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Sedangkan definisi rencana anggaran biaya (RAB) menurut para ahli akan dijelaskan sebagai berikut:
1    .    Menurut J. A. Mukomoko
Dalam bukunya Dasar Penyusunan Anggaran Biaya Bangunan, 1987 Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek adalah perkiraan nilai uang dari suatu kegiatan (proyek) yang telah memperhitungkan gambar-gambar bestek serta rencana kerja, daftar upah, daftar harga bahan, buku analisis, daftar susunan rencana biaya, serta daftar jumlah tiap jenis pekerjaan.
2   .    Menurut Bachtiar Ibrahim
Dalam bukunya Rencana dan Estimate Real of Cost,1993, yang dimaksud Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyekadalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut.
3   .    Menurut Sugeng Djojowirono
Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek merupakan perkiraan biaya yang diperlukan untuk setiap pekerjaan dalam suatu proyek konstruksi sehingga akan diperoleh biaya total yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek.

Item Rincian yang Wajib Ada di dalam RAB
     RAB memiliki beberapa komponen di dalamnya. Berikut di bawah ini item rincian yang harus ada dalam RAB :
1  .      Uraian pekerjaan. Jika pekerjaan konstruksi biasanya terdapat sub jenis pekerjaan misalnya pekerjaan persiapan, galian, urugan dan pekerjaan pondasi beton.
2  .      Volume pekerjaan (Unit). Jika di dalam pengadaan barang biasanya digunakan satuan unit. Sedangkan untuk pekerjaan konstruksi kebanyakan dihitung dalam satuan meter persegi (m2), meter kubik (m3), atau unit.
3    .      Harga satuan. Jika pengadaan barang cukup mengalikan harga satuan dengan unit barang sehingga ditemukan biaya belanja modal. Sedangkan untuk pekerjaan konstruksi dipisah menjadi dua bagian, yaitu harga jasa atau harga jasa berikut materialnya. Kemudian, kalikan volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan.
4   .      Total upah pekerja. Upah pekerja ini umumnya hanya untuk pekerjaan jasa konstruksi saja, yaitu didapatkan dari biaya per jam x estimasi waktu pekerjaan x total pekerja.
5.      Total material bahan bangunan.
  1. Grand Total, yaitu jumlah harga yang didapatkan dari penjumlahan total upah dengan total material atau perkalian volume dengan total upah.

Langkah-langkah Penyusunan RAB
     Berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya. :
·         Mempelajari Gambar Kerja Detail (DED) dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
Sebelum menyusun RAB pengadaan jasa konstruksi seorang Quantity of Surveyor tentunya harus mempelajari Gambar Kerja Detail (DED) yang disediakan oleh Pemilik Proyek. Mempelajari DED bertujuan untuk mengetahui item-item pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan beserta tahapannya. Kemudian, Penyedia menentukan metode apa yang tepat dan efisien untuk digunakan dalam pekerjaan tersebut, tentunya dengan mempertimbangkan RKS yang telah ditetapkan oleh Panitia. Pada akhirnya tujuan dari mempelajari DED dan RKS ini untuk mendapatkan harga satuan yang murah dan efisien.
·          Menyusun Item Pekerjaan dan Menghitung Volume Pekerjaan.
Tahapan yang selanjutnya dilakukan oleh Penyedia adalah menguraikan item-item pekerjaan yang akan dikerjakan. Setelah semua item yang diperlukan didaftar dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah menghitung volume pekerjaan. Penghitungan ini dilakukan dengan cara menghitung banyaknya volume pekerjaan dalam satu satuan, misalkan per m2, m3, atau per unit. Volume pekerjaan nantinya dikalikan dengan harga satuan pekerjaan, sehingga didapatkan jumlah biaya pekerjaan.
·         Membuat dan Menentukan Daftar Harga Satuan Pekerjaan (H1)
Untuk pekerjaan konstruksi, harga satuan pekerjaan dapat dipisahkan menjadi harga upah, material dan alat. Harga satuan pekerjaan merupakan item yang harus hati-hati dalam menentukannya, karena dalam tahapan ini seorang Quantity of Surveyor harus mempertimbangkan banyak faktor. Dalam menentukan harga satuan cukup menggunakan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK). Jika semua penyedia jasa menggunakan HSPK yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah maupun Pusat akan terjadi penawaran harga yang sama. Untuk sebuah tender yang dilelang melalui situs LPSE, penyedia jasa cukup mengisi harga satuan karena item pekerjaan dan volume pekerjaan sudah disiapkan oleh Pemilik Kerja. 
Sebelum menentukan H1 terlebih dahulu tentukan Harga Satuan diluar keuntungan (H0). H0 ini dalam dunia kontraktor sering disebut RAP. RAP yaitu rencana anggaran biaya proyek pembangunan yang dibuat kontraktor untuk memperkirakan berapa sebenarnya biaya sesungguhnya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kontrak kerja proyek konstruksi. Jadi dari pengertian RAP tersebut bisa kita lihat bahwa selisih antara RAP dan RAB merupakan gambaran awal untuk memperkirakan laba rugi perusahaan kontraktor.
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan H0 adalah :
1.      Biaya Asuransi Ketenagakerjaan dan Perlengkapan K3. Jika tidak ada biaya asuransi ketenagakerjaan dan perlengkapan K3, maka biaya-biaya tersebut dimasukkan kedalam setiap Harga Satuan.
2.      Pastikan mendapatkan harga bahan material, sewa alat dan jasa aplikasi langsung lainnya dari supplier atau subcontractor dengan ketentuan harga sudah termasuk PPN dan PPh serta berapa besar diskon yang diberikan.
3.      Biaya tidak langsung (Overhead) merupakan biaya lain-lain yang tidak tertera dalam RAB, seperti gaji staff, biaya transprotasi staff, mesh karyawan, pembelian barang kecil-kecilan misal jajanan untuk rapat, air minum karyawan proyek, alat tulis kantor dll.
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan harga satuan dasar adalah :




Dalam menyusun harga awal di luar keuntungan (H0) apabila nilai Harga supplier/sub kontraktor sudah termasuk PPN dan PPh maka nilainya dianggap "nol". Harga H0 akan menjadi acuan untuk menyusun Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP), Sedangkan Harga Satuan Upah, Metrial dan Alat (H1) akan menjadi dasar pembutan analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam RAB. Harga Satuan Upah, Material dan Alat dihitung menggunakan rumus,

H1 = H0 + Keuntungan + Discount

H1 disajikan dalam sebuah tabel seperti berikut,




·         Membuat Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP)
Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) merupakan sebuah analisa perhitungan kebutuhan biaya harga satuan upah, bahan material dan sewa alat berat untuk mendapatkan harga per satu satuan volume pekerjaan. Sebagai contoh uraian pekerjaan Pekerasan jalan inspeksi t 20 cm, satuan volume yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah m3 (meter kubik). Dalam satuan volume tersebut harga yang tertera berupa harga gabungan dari upah pekerja/mandor, material (sirtu), dan alat (dump truck, bulldozer, vibrator roller).
AHSP sendiri terdiri dari uraian harga, koefisien, harga satuan upah, material dan alat, hasil kali koefisien dan harga satuan. Hasil kali tersebut dijumlah dan menjadi harga satuan. Berikut ini contoh penghitungan analisa harga satuan pekerjaan:


Nilai koefisien dapat dilihat melaui perturan-peratuan nasional pemerintah seperti SNI atau peraturan pemerintah daerah.

·         Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Setelah mendapatkan nilai harga satuan pekerjaan maka susunlah Rancana Anggaran Pelaksanaan (RAP) terlebih dahulu. Setelah RAP disusun dan mendapatkan nilai total biaya yang harus dikerjakan, maka bandingkan nilai tersebut dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (Owner Estimate/HPS). Jika nilai RAP lebih kecil dari nilai OE maka paket pekerjaan tersebut bisa dikerjakan. Akan tetapi jika nilai HPS lebih besar dari pada nilai RAP, maka mustahil paket pekerjaan tersebut bisa dilaksanakan.
Penetapan RAB dengan cara melihat seberapa besar selisih nilai RAP terhadap nilai HPS. Dengan selisih itu dapat diperkirakan keuntungan berapa yang bisa diambil. Besarnya margin keuntungan tergantung pada kebijakan disetiap perusahaan penyedia jasa. Kebanyakan keuntungan yang diambil oleh setiap kontraktor sebesar 10%. Apabila selisih nilai RAP dan HPS tidak memungkinkan untuk mengambil keuntungan yang diinginkan, maka perusahaan tidak akan mengikuti tender.
Grand total seluruh item pekerjaan dalam RAB kemudian dikenal dengan nilai penawaran/harga penawaran. Tender dalam lingkungan pemerintahan dengan menggunakan LPSE, besarnya nilai penawaran setiap penyedia jasa dapat diakses oleh masyarakat umum.
Jika penawaran yang disampaikan oleh Penyedia berada dibawah 80% atau berada diatas 110% dari nilai HPS, maka Penyedia jasa wajib menyertakan bukti survei harga. Akan tetapi kebiasaan umum yang terjadi pada setiap tender, penyedia jasa akan menawar lebih kecil dari nilai HPS. Dalam aturan proyek tender pemerintahan jika panitia tender telah menemukan tiga penawar terendah yang memenuhi kualifikasi, maka panitia diperbolehkan untuk tidak membuka dokumen penawaran dari penyedia jasa yang lainnya.

Untuk contoh RAB dan Kurva S dapat Di Klik Disini


Daftar Pustaka

https://www.situstekniksipil.com/2017/11/rencana-anggaran-biaya-rab.html

Jumat, 08 Mei 2020

EFEKTIF DAN EFISIEN

A.     Definisi Efektif dan Efisien


Menurut KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata efektif berarti terdapat efek (akibat, kesan, pengaruh); manjur atau mujarab (tentang obat); dapat membawa hasil; berhasil guna (tentang tindakan, usaha); mangkus; mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan).
Sedangkan kata efisien berarti tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang tenaga, waktu, biaya); dapat menjalankan tugas dengan tepat dan cermat; bertepat guna; berdaya guna; sangkil.
  1. Pengertian Efektif
Efektif yaitu usaha guna mendapatkan tujuan, hasil dan target yang diharapkan sesuai dengan  waktu yang telah ditetapkan. tanpa memperdulikan biaya yang harus dikeluarkan.
Pekerjaan efektif berhubungan dengan perencanaan, penjadwalan dan juga pengeksekusian keputusan yang tepat. Suatu pekerjaan bisa dikatakan efektif jika tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya berhasil dicapai.
Efektif yaitu cara mencapai suatu tujuan dengan pemilihan cara yang benar dari beberapa pilihan alternatif, kemudian mengimplimentasikan pekerjaan itu dengan tepat dengan waktu yang cepat.
Sedangkan, Efisien adalah mengharuskan seseorang untuk menyelesaian suatu pekerjaan dengan hemat, cepat, selamat danjuga tepat waktu dimana juga mengharuskan seseorang bekerja dengan maksimal tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

  1. Pengertian Efesien
Pengertian efisien adalah cara mencapai suatu tujuan dengan menggunakan sumber daya yang minimal namun dengan hasil maksimal.
Pekerjaan efisien sendiri bisa dilakukan dengan mengevaluasi, membuat perbandingan antara masukan dan pengeluaran yang diterima. Efisien memiliki arti mencari cara terbaik untuk mencapai suatu tujuan.



  1. Definisi efektif menurut beberapa ahli
• Efektif adalah suatu pencapaian target ataupun tujuan dalam waktu batas yang telah ditentukan dan tanpa harus memperdulikan semua biaya yang sudah dikeluarkan.
• Efektif yaitu sesuatu hal yang dianggap bisa berhasil dan secara tepat waktu sesuai dengan yang diharapkan.
• Efektif merupakan sesuatu hal yang bisa mencapai hasil akhir sesuai dengan waktu yang diinginkan seseorang.
• Efektif merupakan suatu perbandingan antara input dengan output dalam berbagai aktifitas suatu kegiatan sehingga dengan pencapaian suatu tujuan itu bisa dipenuhi dari beberapa banyaknya kualitas dan kuantitas hasil kerja dan batas waktu yang sudah ditetapkan.
• Efektif adalah suatu kemampuan menghasilkan hasil yang sesuai dengan keinginan karena sesuatu yang efektif maka bisa memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

  1. Definisi efisien menurut beberapa ahli
• Efisien adalah suatu pencapaian tujuan ataupun target dengan memakai biaya (input) dalam jumlah yang sama demi menghasilkan hasil lebih besar.
• Efisien ialah suatu usaha yang paling tepat untuk menghasilkan segala sesuatu yang dikehendaki atau di inginkan
• Efisien merupakan suatu aktifitas meminimalisir pemborosan serta kerugian sumber daya untuk melaksanakan dan menghasilkan sesuatu.
• Efisien merupakan sejauh mana tenaga, waktu serta usaha yang dipakai demi untuk melakukan sesuatu kegiatan.
• Efisien adalah kemampuan dalam bekerja maksimal guna memberikan hasil yang terbaik dengan memakai sedikit waktu, uang atau hal lain secara efektif.
• Efisien ialah kemampuan dalam melakukan suatu kegiatan guna memberikan hasil yang memuaskan tetapi tak memboroskan waktu, energy ataupun uang.

B.     Perbedaan Efisien dan Efektif
1.      Efisien
    § Menunjukan bagaimana susuatu diselesaikan dengan baik
    § Hanya mengenai tindakan hal yang benar, yaitu menyelesaikan suatu masalah lebih cepat atau lebih murah.
    § Melakukan seseatu dengan cara yang optimal
2.      Efektif
    § Menunjukan bagaimana sesuatu dapat dipergunakan
    § Suatu tindakan atau menggunakan hal-hal yang benar, yaitu hal-hal yang da[at menghasilkan sesuatu yang positif
    § Melakukan tugas yang tepat, menyelesaikan kegiatan dan mencapai tujuan  

C.    Contoh

               Contoh yang sangat sederhana dalam memahami efesien dan efektif yaitu sebagai berikut
Dari Lampung, Ana ingin pergi ke Surabaya untuk berlibur, dalam hal ini Ana bisa pergi menuju Surabaya dengan efektif saja, efisien saja atau dengan cara yang efektif dan efisien.
Jika Ana pergi ke Surabaya memakai Pesawat dengan tiket Rp. 1.500.000 dan sampai dalam waktu 1,5 jam. Maka Ana melakukan pekerjaan itu dengan Efektif, namun Tak Efisien. Karena Ana harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk sebuah perjalanan tersebut.
Jika Ana pergi ke Surabaya memakai Bus Ekonomi dengan harga Rp. 100.000 dan sampai dalam waktu 18 jam, maka Ana melakukan perjalanan itu dengan Efisien, Namun kurang Efektif.
Agar perjalanan Ani mampu dilakukan secara efektif dan efisien, maka Ana harus memikirkan bagaimana caranya agar ia sampai di Surabaya dengan biaya yang murah, tapi tak terlalu menghabiskan banyak yang waktu di jalan. Ana bisa memilih (misalnya) memakai kereta yang harganya murah dan durasi perjalannya juga tak terlalu lama atau alternatif lainnya karena belum ada rel kereta dari lampung hingga surabaya sampai detik ini.

Sumber :
https://www.ruangguru.co.id/pengertian-efektif-dan-efisien-beserta-contohnya-lengkap/

https://www.yuksinau.id/perbedaan-efektif-dan-efisien/
.


5 M (MAN, METHODE, MACHINE, MATHERIAL, MONEY)



        Manajemen konstruksi adalah bagaimana sumber daya yang terlibat dalam proyek dapat diaplikasikan secara tepat. Sumber daya dalam proyek konstruksi dikelompokkan dalam 5M (manpower, material, mechines, money and method). Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni untuk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.
Manajemen memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan bahwa manajemen berutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau finansial. We are managing human resources. Selain manajemen mencakup fungsi perencanaan (penetapan apa yang akan dilakukan), pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), penyusun personalia (penarikan, seleksi, pengembangan pemberian kompensasi dan penilaian prestasi kerja), pengarahan (motivasai, kepemimpinan, integritas, dan pengelolaan konflik) dan pengawasan.

Model 5 M
1)      Man (manusia)
Man atau manusia merupakan model 5 m yang merujuk pada manusia sebagai tenaga kerja.
2)      Machines (mesin)
Machines atau mesin merujuk pada mesin sebagai fasilitas/alat penunjang kegiatan perusahaan baik operasional maupun nonoprasional.
3)      Money (uang/modal)
Uang dalam hal ini adalah merujuk pada uang sebagai modal untuk pembiayaan seluruh kegiatan perusahaan.
4)      Method (metode/prosedur)
Yang keempat adalah method atau prosedur yang merujuk pada metode/prosedur sebagai panduan pelaksanaan kegiatan perusahaan.
5)      Materials (bahan baku)
Dan yang terakhir adalah material atau bahan baku yakni merujuk pada bahan baku sebagai unsur utama untuk diolah sampai menjadi produk akhir untuk diserahkan pada konsumen.



Sumber :

RENCANA MUTU KONTRAK (RMK)

NAMA   : MELDI GIJAYANTO NIM       : 417110089 KELAS  : 6C           KATA PENGANTAR Sebagai realisasi kontrak kerja a...